KOTA, KORSUM-Sebagai upaya memutus penyebarannya Covid-19 pemerintah pusat dan derah telah menerbitkan berbagai kebijkan yang salahsatunya adalah penerapan pembatasan interaksi  sosial antar warga masyarakat (social distancing dan phsycal distancing).

Menurut ketua DPC PKB Sumedang Didi Suhrowardi mengatakan
penerapan dari kebijakan tersebut ,karena harus dilaksanakan dalam waktu yang panjang telah menimbulkan efek berantai dibidang ekonomi masyarakat yang selama ini mengandalkan perputaran ekonominya dari pertemuan fisik dan interaksi langsung antar masyarakat seperti pedagang pasar ,UMKM ,transportasi public dan sebagainya."

Selain segmen tersebut penerapan social  dan physical distancing juga berpengaruh pada karyawan-karyawan pabrik dan perusahaan perusahaan yang terpaksa merumahkan atau mem PHK karyawannya karena sepinya aktifitas perusahaan.

antisipasi yang dilakukan pemerintah melalui dana BPJS Ketenagakerjaan kartu prakerja dan lain lain belum dapat terjangkau keseluruhan masyarakat yag terdampak terutama masyarakat ekonomi menengah kebawah berpenghasilan lepas harian."Jelasnya Rabu (6/5) Di tempat aktivitasnya.

Lebih jau ia mengatakan tujuan ikut membantu program pemerintah dalam mengatasi kerawanan sosial dampak Covid-19."

PKB hadir dan ikut berpartisipasi menanggulangi Covid-19 yang belum dapat tercover oleh program pemerintah dengan membagikan ribuan paket sembako untuk wilayah Sumedang. Hal tersebut bertujuan untukmengatasi kerawanan sosial yang mungkin akan timbul karena dampak ekonomi dari penerapan penanganan pandemi covid-19 di Indonesia.

Adapun target kami terpenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa makanan dan lauk pauk.

masyarakat lebih tenang dalam memasuki bulan suci ramadhan dan idul fitri 2020 apabila penerapan kebijakan waspada Covid-19 masih berlangsung. Sesuai intruksi dari DPP dan DPW

 Sasaran penerima paket sembako, yaitu masyarakat yang secara ekonomi terdampak kebijakan penanggulangan covid 19 dengan mengutamakan masyarakat kurang mampu,  menjadi korban PHK atau sebagai guru ngaji, guru madin atau kyai kampung." Pungkas Didi