Sumedang,KORSUM-Buati HSumedang H  Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati H. Erwan Setiawan bersama para Kepala Perangkat Daerah melaksanakan Zoom Meeting Akselerasi Pembangunan Kabupaten Sumedang di era New Normal di Gedung Negara, Rabu (20/5).

Kegiatan tersebut membahas upaya pemerintah daerah untuk melakukan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta mengubah cara dalam menjalani rutinitas ketika keadaan pulih kembali atau dikenal dengan istilah New Normal.

Masih menurut Bupati, setelah tanggal 29 Mei 2020 Kabupaten Sumedang akan masuk pada New Normal atau normal baru tapi tetap dengan menggunakan protokol kesehatan.

"Untuk itulah dalam mempersiapkan New Normal saya minta manfaatkan sebesar-besarnya untuk mempersiapkan konsep dan langkah aksi kita setelah pandemi ini. Apa yang menjadi capaian kinerja pada Renstra, Sakip, agar tetap dipertahankan walaupun anggarannya turun tapi bisa dengan cara lain. Arahkan tupoksi kita untuk pemulihan ekonomi" ujarnya.

Bupati mengimbau kepada setiap Perangkat Daerah untuk tidak terus menerus berada pada kondisi yang merana, tetapi harus memiliki optimisme ke depan dengan apa yang akan dilakukan.

"Untuk itulah kita harus berpikir ke depan, mengubah perspektif dengan cara menangkap peluang yang ada, " ucapnya.

Dikatakan Bupati, ada empat tahapan perbaikan dalam menghadapi kondisi krisis seperti saat ini. Tahap pertama adalah Rescue atau penyelamatan yang saat ini sedang dilakukan. Tahap kedua adalah Recovery atau pemulihan di mana dalamnya ada pemulihan kesehatan, sosial dan ekonomi. Tahap ketiga adalah stabilisasi atau penyetabilan. Dan tahap keempat yaitu pengembangan.

"Untuk itulah, sambil kita menangani tahapan rescue Pandemi Covid-19 ini, saya ingin pemikiran recovery sudah ada di pikiran kita semua sesuai dengan Tupoksi di tiap-tiap SKPD, terutama pemulihan ekonomi. Karena diperkirakan yang akan booming setelah pandemi usai adalah sektor pariwisata. Tentunya ini harus kita persiapkan dengan baik dan didukung oleh seluruh SKPD," tuturnya.

Bupati berharap ada akselerasi dalam pembangunan di masa-masa Covid. Setiap SKPD diharapkan mempersiapkan dari mulai dari sekarang agar ketika memasuki New Normal sudah siap segalanya.

"Jadi kuncinya setiap SKPD agar menyiapkan Tupoksinya. Pertahankan Sakipnya, target kinerjanya dan arahkan juga untuk pemulihan ekonomi mendukung sektor pariwisata di Sumedang" ungkapnya.

Terakhir Bupati mengatakan, strategi penanganan dampak Covid-19 yang harus dilaksanakan adalah dengan memberikan bantuan pangan non tunai kepada masyarakat miskin dan non miskin. Selain itu, optimalisasi program padat karya dengan melibatkan masyarakat miskin dan rentan miskin dari kegiatan APBD Kabupaten dan APBDES, serta efesiensi, refocusing dan realokasi kegiatan tahun anggaran 2020 sekaligus mengakselerasi program/kegiatan yang mengurangi dampak Covid-19 terhadap aspek kesehatan, sosial dan ekonomi.

"Tak hanya itu, strategi lain yang harus dilakukan yakni optimalisasi dana umat baik uang tunai maupun barang, penyediaan stok pangan, penyediaan fasilitas dan alat kesehatan, serta pengurangan pajak daerah terhadap pajak hotel, restoran, dan hiburan di masa kondisi darurat penanganan Covid-19" tukasnya.

Sementara itu Wakil Bupati menambahkan, program dan kegiatan prioritas Tahun 2020 yang tertunda atau tidak dapat dilaksanakan dapat diusulkan kembali pada RKPD tahun 2021.

"Agar setiap SKPD berdasarkan Tupoksinya menyusun program dan kegiatan yang berdampak pada pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Kepala SKPD tetap mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang dimiliki dalam rangka pencapaian kinerja terbaik" pungkasnya.