Tanjungsari, KORSUM - Meskipun pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) sudah memasuki sesi kedua. Namun sejumlah pertokoan di sebrang jalan depan pasar tradisional Tanjungsari dinilai masih melanggar aturan PSBB.

Pelanggaran tersebut seolah tidak pernah ada himbauan bahkan teguran dari pihak pengelola pasar atau dari petugas gugus tugas Covid-19 dalam upaya pencegahan penyebaran wabah corona.

Namun hal itu dibantah Kepada UPT pasar Tanjungsari Amung. Kata dia, pertokoan yang berada di seberang pasar, diluar kewenangannya karena tidak masuk wilayah pasar rakyat Tanjungsari.

"Memang jika orang belum hafal akan berasumsi bahwa pertokoan yang berderet depan pasar ini masuk ke area pasar Tanjungsari. Padahal jalan raya itu pembatas antara pasar Tanjungsari dengan pertokoan, " jelas dia, Rabu (13/5).

Sehingga, pengelola pasar Tanjungsari tidak punya kewenangan untuk menghimbau pemilik pertokoan agar patuhi PSBB. Terlebih menegur pelanggaran PSBB karena ada yang lebih berhak yaitu petugas gugus Covid 19.

Pertokoan milik perseorangan itu kata Amung, buka pagi tutup sore. Sedangkan toko dan pedagang pasar rakyat sesuai PSBB yaitu dari pagi sampai jam 12 siang.

Terkecuali Supermarket seperti Alfmart atau Indomart, ada aturan sesuai PSBB yaitu buka jam 10 pagi sementara tutup jam 6 sore.

*Saya pun bertanya, apakah pertokoan tersebut mengikuti aturan pasar rakyat atau Supermarket?. Sebab, bukanya pagi seperti pasar rakyat tapi tutupnya sore seperti Supermarket, "ujarnya.

Ditambahkan, meskipun pasar rakyat identik dengan kerumunan hingga potensi penyebaran Covid 19. Tapi pihak pengelola pasar tidak mau hal itu terjadi sehingga protokol kesehatan terus digalakan.

" Physical Distancing yaitu jaga jarak dan cuci tangan sudah disediakan. Bahkan terkadang harus ngejar-ngejar baik ke warga pasar atau pengunjung bila didapati tidak memakai masker, "katanya.**