Kota, KORSUM-Program infak 2000 menuai kontroversi di tingkat bawah, pasalnya pembayaran Zakat fitrah tidak seharusnya disertai dengan pembayaran infak.

"Kenàpa sekarang bayar zakat fitrah harus disertai bayar infak 2000 per jiwa,  ku ka ayaan PSBB mah bisa bayar zakat fitrah juga tos untung ieu di tambah kedah bayar infak 2000 per jiwa, saya rasa saya sebagai petugas UPZ ditingkat DKM sangat keberatan. Nya ari nu jumlah keluarga na nu ukur dua mah moal pati jadi masalah tapi nu boga jumlah keluarga 8 mah pan karunya kudu nambah 16000 jadi nu kateumleuhan mah beban mental mah saya petugas UPZ di tingkat Dusun atau DKM." Jelas Sesep NS Selasa (12/5) melaui WatssApp.

Dikatakan idealnya ada sosialisasi terlebih dahulu dari pemerintah.

Selain itu kata Sesep, petugas UPZ dituntut harus habis karcis infaq, kalau pun tidak habis harus setor uangnya.

Dikonfirmasi media ini ketua Baznas Sumedang Ayi Subhan Hafas mengatakan, infak 2000 yang kebetulan bebarengan dengan pembayaran zakat fitrah sifatnya hanya ajakan atau himbaun dan tidak ada paksaan.

"Tidak ada pemaksaan dalam infak 2000,  namanya juga infak berapapun akan diterima.  Terkait kupon infak 2000 sifatnya hanya untuk tertib andminitrasi supaya mudah mengontrol. Jika merasa keberatan tidak berinfak pun tidak apa-apa". katanya

Sekali lagi kata Ayi, kami hanya menghimbau kepada masyarakat untuk saling tolong-menolong terhadap sesama apalalagi dibulan suci ramadhan ditengah wabah Corona. Insyaallah akan lebih maslahat untuk umat.

Lebih jauh ia mengatakan,  sisa kupon infak 2000 dikembalikan ke panitia jika tidak habis." kalau kupon tidak habis bisa dikembalikan," tutupnya