Tanjungsari, KORSUM - Kepala UPT pasar Tanjungsari Amung menyebut, dengan adanya aturan PSBB, berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pajak retribusi pasar yang saat ini berkurang hingga 50%.

Sebab dengan aturan tersebut, warga pasar hanya bisa berjualan sampai jam 12 siang. Sehingga retribusi ada yang bisa ditarik dan ada juga yang tidak bisa ketarik karena para pedagang sudah bubar.

"Bahkan dengan aturan PSBB ini, hanya dibikin alasan bahwa omset turun akibat sepi pelanggan sehingga warga pasar enggan bayar retribusi, " ungkap dia, Rabu (13/5).

Sehingga tidak sedikit para pedagang memilih tutup kios tidak berjualan karena dianggap tidak menguntungkan akibat pengunjung pasar mengalami penurunan.

"Berkurangnya pendapatan ini, dipengaruhi beberapa faktor. Selain adanya batasan waktu berjualan hanya setengah hari, bahkan dipengaruhi pula dengan menurunnya pengunjung pasar sehingga banyak warga pasar yang menutup kios, " tuturnya.

Meskipun pendapatan berkurang, tapi target pasar belum ada perubahan (pengurangan target). Namun kata Amung,  pasti nanti akan ada evaluasi sesuai laporan bahwa dengan adanya PSBB, pendapatan pasar berkurang 50%.

Meskipun pendapatan berkurang, namun pihak pengelola pasar tetap menerapkan protokol kesehatan baik kepada warga pasar mau pun kepada pengunjung.

"Kami terus melakukan monitoring agar tetap patuhi PSBB. Tapi masih saja ada warga pasar yang melanggar saat lengah dari pengawasan petugas," ujarnya.