Sumut, KORSUM - Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara, merupakan desa yang paling pertama se-Kecamatan Sumedang Utara telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) kepada 80 KK.

Sementara desa lain, informasinya masih menunggu data penerima bantuan provinsi maupun kabupaten yang saat ini masih belum turun. Sebab ada kekhawatiran terjadi doble bantuan dalam satu penerima.

Lain halnya dengan Plt Kades Rancamulya Kohar Ahmad katanya punya langkah jitu me-minimalisir terjadinya doble bantuan sehingga tidak khawatir BLT DD ini disalurkan meskipun belum terima data provinsi maupun kabupaten.

"Sebelumnya sudah direncanakan langkah untuk pendata. Desa ini sudah punya Basis Data Terpadu (BDT) sebanyak 769 KK miskin secara by name by adres dan Nik KTP tahun 2018 sehingga tidak perlu didata lagi, " tutur dia diruang kerjanya, Kamis (14/5).

Sebab terakhir validasi data itu tahun 2018, dimana ke-769 KK sebagian yang belum mendapat PKH, Non PKH dan BPNT sebanyak 523 KK. Sisanya 246 KK dikunci karena tidak diusulkan juga pasti akan mendapat bantuan, datanya sudah di pusat, hanya tinggal mendata non DTKS.

Maka kemungkinan jauh adanya doble bantuan. Sebab lanjutnya, BLT DD ke-80 KK ini sudah jelas kepada warga yang belum mendapat bantuan dari program yang lain.

"Sehingga lebih baik jika diambil 30% dari DD tapi hanya ada 80 KK yang mendapatkan. Makanya tidak khawatir jika ada warga yang terlewat belum mendapat bantuan karena uang DD masih ada, " ujarnya.

Disebutkan, BLT DD ini kepada warga yang terdampak Covid 19 dengan nilai Rp 600 ribu per-KK, dan ini merupakan tahap pertama yang selanjutnya akan disalurkan tahap kedua sebelum lebaran.**