Sumut, KORSUM-Plt Kades Girimukti Kecamatan Sumedang Utara Ii Lalan Sojali berharap sabar kepada warga yang belum terima Banprov penanganan Covid 19. Terutama warga penerima Banprov kloter kedua yang saat ini belum tersalurkan.

Hal itu dikatakan kades setelah ada pemberitaan disalah satu media masa yang menyebut ada warga Girimukti (Dayat) yang merasa tidak mendapat bantuan pemerintah.

Kata dia, berita itu hak pres meskipun tidak konfirmasi ke desa. Sebab yang pasti desa bukan tidak memperhatikan warga itu karena datanya masuk penerima Banprov kloter kedua yang saat ini belum tersalurkan.

"Bukan tidak dapat bantuan, pak Dayat itu  didata di aplikasi Sapa Warga (Banprov). Mungkin ada mis-komunikasi dengan Rw-nya, " ujar kades disela-sela menyaluran bantuan Kemensos ke-360 KK, Jumat (29/5).

Ada proses dan waktu yang pada akhirnya semua akan mendapat bantuan. Desa sudah berusaha maksimal apa yang diharapkan masyarakat.

"Total penerima Banprov ada 458 KK termasuk pak Dayat didalamnya. Sementara yang sudah tersampaikan 231 KK. Artinya pak Dayat itu ada dikloter kedua, " sebutnya.

Namun lanjutnya, desa pun siap masukan pak Dayat kedata penerima BLT DD jika seandainya benar-benar tidak terkaper bantuan sosial pemerintah.

Ditempat yang sama, menurut Ketua Rw 08 Desa Girimukti Muchtar menyebut, masyarakat berhak terima bantuan pemerintah sebagai upaya penanganan Covid 19 yang saat ini sudah, sedang dan belum tersalurkan.

Bansos ini kata dia, disambut antusias warga yang sangat membutuhkan, tapi mungkin warga itu kepanasan ketika tetangga terima bantuan sementara warga itu tidak.

Sehingga merasa tidak mendapat bantuan. Padahal berdasarkan data di desa bahwa warga itu terdaftar penerima Banprov kloter kedua yang saat ini belum tersalurkan.

"Itu bisa terjadi akibat ketidak-tahuan warga. Sebab bantuan ini dari berbagai sumber. Ada Banprov, Kemensos, kabupaten, PHK, BPNT termasuk BLT DD, " sebutnya.**