Sumedang, KORSUM-Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir memberikan apresiasi kepada PT. Kampung Makmur yang  melaksanakan Rapat Umum Pemegang  Saham (RUPS) pertama yang juga merupakan sejarah tersendiri bagi PT. Kampung Makmur.

Hal tersebut dikatakan Bupati pada saat memberikan sambutan dalam acara RUPS salah satu BUMD milik Pemda Kabupaten Sumedang tersebut yang di laksanakan di Gedung Negara, Jumat (5/6).

"Apresiasi saya sampaikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang selaku komisaris PT. Kampung Makmur dan Direktur yang telah bekerja keras untuk memberikan, mewujudkan dan sekarang mengoperasionalkan PT. Kampung Makmur ini setelah 8 tahun Perdanya ditetapkan. Sedianya bahwa kita menjadi bagian dari orang yang bijak setelah 8 tahun tidak dikerjakan dan sekarang dikerjakan," ucapnya.

Dikatakan Bupati, tujuan dari pembentukan PT. Kampung Makmur antara lain untuk terciptanya lapangan pekerjaan dan usaha serta pengentasan kemiskinan. Selain itu, guna terwujudnya kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.

"Untuk mencapai tujuan tersebut PT. Kampung Makmur melaksanakan usaha di berbagai bidang yakni perindustrian, perdagangan, pertanian, pekerjaan umum, energi dan pariwisata, serta bidang-bidang lainnya" paparnya.

Dengan melihat berbagai bidang usaha yang akan dikelola oleh Kampung Makmur, Bupati berharap PT. Kampung Makmur dapat melakukannya dengan baik dan profesional selayaknya suatu badan usaha yang profitable namun dengan tidak mengesampingkan fungsinya sebagai BUMD.

"Harapan saya ini dilatarbelakangi dengan banyaknya peluang yang dimiliki oleh Kabupaten Sumedang antara lain rencana terbentuknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jatigede," ucapnya.

Menurutnya, banyak peluang yang dapat diambil dari KEK Jatigede seperti paragliding, home stay, hotel, resort dan yang lainnya.

"Selain itu, adanya Tol Cisumdawu dapat membangun venue-venue spot iklan yang dapat disewakan. Serta optimalisasi aset daerah yang saat ini belum optimal pengelolaannya seperti kopi, Ubi Cilembu, dan Mangga Gedong Gincu," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan yang hadir pada kesempatan tersebut juga mengatakan, dibandingkan dengan daerah lain, Kabupaten Sumedang mempunyai banyak potensi, baik itu potensi pariwisata maupun potensi-potensi lainnya.

"Untuk itu, kami mendorong agar pengelola PT. Kampung Makmur terus berupaya lebih meningkatkan profesionalisme dalam mengelola perusahaan, juga dapat menangkap peluang yang ada. Dan diharapkan PT. Kampung Makmur ke depan menjadi perusahaan yang dapat diperhitungkan dan menjadi kebanggaan Pemkab Sumedang. Kita harus menjadi tuan rumah di rumah sendiri " tukasnya.

Direktur PT. Kampung Makmur Hendri Heryanto,SE memaparkan, saat ini Kampung Makmur melaksanakan RUPS p
Pertama dengan pemilik saham yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

"Dalam RUPS  turut disampaikan rencana-rencana Kampung Makmur diantaranya persetujuan rencana-rencana bisnis, baik itu periode 5 tahunan dan periode setiap tahunnya. Mengingat ada 10 sektor atau bidang yang bisa digarap oleh PT Kampung Makmur. Kita juga banyak bekerja sama dengan pihak-pihak terkait diantaranya dengan beberapa proyek nasional seperti Tol Cisumdawu. Kemudian juga untuk pembangunan KEK Jatigede dan sektor pariwisata," paparnya.

Dikatakan Hendri lebih lanjut salah satu fungsi PT. Kampung Makmur adalah mengoptimalkan aset-aset milik Pemkab Sumedang yang selama ini belum produktif atau belum optimal digarap agar nantinya dikelola secara lebih profesional oleh PT. Kampung Makmur yang notabene fokusnya untuk menghasilkan keuntungan berupa pendapatan asli daerah.

"Kita juga bisa kerjasamakan dengan beberapa mitra sehingga diharapkan potensi ini bisa menggerakkan roda ekonomi masyarakat Sumedang. Khususnya kita akan melibatkan seluruh pengusaha lokal dan masyarakat untuk bisa bekerja sama berkolaborasi dengan Kampung Makmur agar roda ekonomi bisa berjalan," ungkapnya.

Menurut Hendri, optimalisasi  tersebut dimaksudkan kepada aset-aset daerah baik di wilayah kota atau daerah yang memiliki potensi cukup besar, baik dari potesi sumber daya alamnya maupun dari nilai estetikanya.

"Selama ini mungkin terjadi karena keterbatasan anggaran ataupun keterbatasan pengelolaan, karena SDM nya sehingga belum bisa digarap secara optimal. Ketika nanti sebagian ada yang dialihkan asetnya kepada Kampung Makmur berupa kapitalisasi, itu bisa kita garap secara independen," imbuhnya.

Ia pun berpendapat bahwa batasan-batasan berupa kebijakan bisa lebih fleksibel. Sedangkan pola yang kedua yakni bisa dikerjasamakan antara pemerintah dengan Kampung Makmur, apakah itu polanya kerjasama pemanfaatan atau pola sewa.

"Nanti tergantung aset-aset mana yang bisa kita garap dengan baik. Tentu dengan analisis profitabilitas dulu. Apakah itu menguntungkan atau tidak. Jangan sampai menjadi beban oprasional yang tinggi, tapi belum dapat menghasilkan pendapatan yang lebih optimal," pungkasnya.