Kota, KORSUM.NET - Romli Firdaus dari PDK Kosgoro 1957 megaku telah melaporkan dugaan pencemeran nama baik dan kebohongan publik ke Polres Sumedang.

"Saya sudah melakukan laporan atas dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan kebohongan publik, berhubungan dengan agenda penyelenggaraan Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang X yang telah dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2020 di Bandung". Ujarnya.

Menurut Romli, ada beberapa hal terkait jadwal dan lokasi penyelenggaraan tersebut dipandang telah menimbulkan beberapa hal secara hukum.

"Pemindahan lokasi penyelenggaraan Musda yang sedianya dan seharusnya digelar di wilayah Kabupaten Sumedang  secara sepihak telah dialihkan oleh panitia penyelenggara ke Bandung yang bertempat di aula kantor DPD Golkar Provinsi Jawa barat dengan dasar Sumedang tidak bisa di pakai lokasi Musda terkait wabah covid-19". Terangnya.

Dengan alasan dasar tersebut, kata Romli, sebagaimana tersampaikan dalam sambutan ketua DPD Golkar Kabupaten Sumedang dalam serimonial pembukaan Musda, telah menimbulkan tafsir bahwa kabupaten Sumedang seolah telah menjadi daerah Jombi yang menakutkan untuk segala aktifitas warga masyarakat Kabupaten Sumedang.

"Bertolak belakang dengan kondisi faktanya, hal tersebut langsung tidak langsung telah mencemarkan nama baik," Jelas Romli Firdaus Senin (31/8/2020).

Dikatakan, atas dasar itu seolah Sumedang menjadi daerah yang menakutkan untuk melaksanakan aktifitas.

"Warga masyarakat Kabupaten Sumedang yang dianggap abai terhadap pandemi covid-19 sehingga menjadi daerah yang menakutkan untuk ditempati, disinggahi atau dikunjungi". Tambahnya.

Pemda Sumedang yang dianggap abai terhadap protokol atas pandemi Covid sehingga karena abai maka menjadi menakutkan untuk melakukan segala aktifitas warganya.

Aparat keamanan dalam hal ini tim gugus tugas Covid 19 yang terdiri didalamnya terdiri dari lintas sektoral lembaga baik Polres dan strukturnya,
Kodim dan strukturnya, semua petugas kesehatan dan lain lain yang terintegrasi   dalam tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sumedang." Ungkapnya

Lebih jauh ia mengatakan, khususnya Kosgoro PDK 1957 menganggap panitia sudah membodohi publik dengan alasan Covid-19.

"Terkhusus warga Kosgoro Kabupaten Sumedang yang memandang bahwa panitia melakukan pembodohan nyata dengan menggunakan dasar Covid-19 sebagai alasan dipindahkannya lokasi musda sebagai media pembenar untuk dapat secara leluasa mengondisikan kepentingan yang tidak fair dan penuh dengan unsur-unsur rekayasa pembenaran sepihak". Ucapnya.

Romli memandang atas pemindahan lokasi Musda panitia penyelenggara telah dengan bebas melakukan konspirasi dengan pihak lain terkait Musda tersebut.

"Seolah saudara Sidik Jafar mendapat dukungan mayoritas 21 rekom dukungan dan saudara Yogi Yaman Sentosa 11 rekomedasi dukungan, padahal fakta yang sebenarnya adalah saudara Yogi medapatkan real dukungan 12 rekom dan saudara Jafar 2 rekom. Pemutar balikan fakta yang luar biasa akibat dari pengkodisian lokasi Musda tersebut". Katanya.

Romli berpendapat, hal ini kiranya bisa diuji dengan pemanggilan untuk didengar keterangannya dari seluruh pihak yang memilih hak memberikan rekomemdasi dukungan untuk pengusungan bakal calon tersebut.

"Kami meyakini delik pencemaran nama baik para pihak  tersebut  dan perbuatan melakukan kebohongan publik yang nyata dapat ditindak lanjuti Kapolres sebagaimana ranah pidana." Pungkasnya