Kota, KORSUM.NET - Seperti diketahui saat ini baik Pemprov Jabar maupun Pemkab Sumedang tengah gencar melakukan pemeriksaan secara masif, hal tersebut dinilai baik oleh sekertaris komisi III DPRD Kabupaten Sumedang Drg.Rahmat Juliadi.

Pasalnya semakin banyak yang di test maka semakin banyak kasus yang akan ditemukan seperti kasus terbaru yakni beberapa orang tenaga kesehatan yang dikabarkan terpapar covid-19.

"Iya itu konsekuensi logis dari hasil pemeriksaan yang masif yang dilakukan oleh Pemprov Jabar dan Pemda Sumedang. Justru ini lebih baik, daripada para tenaga kesehatan menjadi OTG, dan mereka tidak tahu bahwa mereka sebetulnya positif terpapar Covid-19". Ujarnya.

Sedangkan, lanjut Rahmat tugas mereka setiap hari berhubungan dengan orang banyak yang harus mereka layani, yang  bisa jadi ada orang yg memiliki imunitas yang rendah dan mereka terpapar juga, itu yg dikhawatirkan.

"Kalau sekarang para Nakes tersebut sudah dipastikan tepapar Covid-19 dari hasil swab test, maka mereka akan melakukan isolasi mandiri kalau tanpa gejala atau hanya gejala ringan saja. Dan itu akan memutus rantai penyebaran Covid-19". Tambahnya.

"Jadi seperti yg sering saya sampaikan bahwa kunci penanggulangan penyebaran covid19 ini adalah, Test - Tracing dan Treathment. Maka semakin banyak test yg dilakukan maka semakin banyak kasus yg ditemukan. Itu lebih baik". Ucap Rahmat.

Kemudian, lanjut Rahmat, Misal kita melakukakan test terhadap 1000 orang dan di temukan kasus 100 orang, itu lebih baik dari pada kita melakukam test terhadap 100 orang dan di temukan kasus 10 orang.

"Meskipun sama-sama penemuan kasus nya 10%, tapi dengan test yg dilakukan terhadap 1000 orang tersebut lebih baik karena bisa menyelamatkan orang yang 1000 tersebut. Dibanding yang hanya melakukan test terhadap 100 orang."Jelasnya Rabu (13/8/2020).

Dikatakan, dengan banyaknya temuan baru tenaga kesehatan ia menilai RSUD tidak perlu ditutup.

"Saya rasa SDM di RSUD Sumedang cukup banyak,  jadi dengan beberapa orang Nakes RSUD positif covid-19, dan mereka harus menjalani isoslasi, masih bisa di gantikan dengan petugas yang lainnya, jadi saya rasa saat ini pelayanan di RSUD Sumedang belum perlu untuk ditutup, hanya perlu pengetatan dalam skrining pasien, kecuali kalau jumlah Nakes yang terkonfirmasi positif semakin bertambah banyak, maka perlu di pertimbangkan untuk menutup beberapa pelayanan yang ada di RSUD Sumedang." Tuturnya

Ia berharap adanya edukasi tehadap masyarakat. Pasalnya  covid-19 merupakan wabah dan musibah  bukan aib maka jangan mengucilkan orang yang terpapar namun hindari potensi penularan dengan menjalankan Prokes.

"Yang pasti juga, kita harus terus mengedukasi masyarakat, bahwa orang yang terpapar covid-19 ini bukan aib, bahwa siapapun, masyarakat, pejabat, tenaga medis, termasuk kita pun sangat mungkin terkena virus corona ini, kita harus hilangkan stigma ini, jangan jauhi orangnya tapi hindari potensi penularan nya dengan selalu disiplin dengan protokol kesehatan." Pungkas Rahmat Juliadi