Kota, KORSUM.NET - Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahamd Munir meresmikan Tugu Nol Kilometer Sumedang yaitu di Lingkungan Losmen Jalan Prabu Geusan Ulun, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Selasa (8/9).

Titik Nol Kilometer merupakan acuan atau marka tanah untuk menentukan jarak dari satu kota ke kota lainnya atau dari sebuah daerah ke daerah lainnya.

Umumnya tepat di titik nol ditandai dengan bangunan, tugu atau patok. Penentuan ini sangat erat kaitannya dengan sejarah masa lalu kota tersebut.

Bupati H Dony Ahmad Munir mengatakan, titik nol kilometer merupakan titik orientasi dimulainnya jarak antar jalan.

"Dipilih di tempat ini (Lingkungan Losmen) karena sebagai titik tempat berhentinya pos kereta untuk berganti kuda pada zaman itu. Ini juga dijadikan sebagai titik orientasi atau patokan," ujarnya.

Dikatakan bupati, Sumedang menjadi salah satu poros Jalan Pos Anyer-Panarukan sejauh 1.000 Km yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda dalam waktu satu tahun.

"Jadi setidaknya ketika membangun tugu nol kilometer ini ada kisah heroik zaman Pangeran Kornel melawan Jenderal Daendels," ujarnya.

Bupati mengisahkan, ketika dahulu pembangunan Jalan Cadas Pangeran, pihak Belanda (Daendels) memperkerjakan penduduk Sumedang. Namun pembangunan tersebut banyak menelan korban jiwa, sedikitnya 5.000 orang meninggal dalam kejadian tersebut.

"Pangeran Kornel sebagai pemimpin Sumedang saat itu melakukan protes kepada Daendels dan menilai pembangunan jalan tersebut  merupakan kerja paksa. Akhirnya pasukan zeni Belanda menyelesaikan jalan Cadas Pangeran tersebut," paparnya.

Bupati menilai penting penetapan tugu nol kilometer sebagai patokan bagi masyarakat dan berharap ke depannya lokasi tersebut menjadi destinasi wisata.

"Saya harap dengan dibangunnya tugu ini bisa bermanfaat bagi pengatur arah di Kabupaten Sumedang, juga sebagai orientasi orang untuk menjalankan aktifitasnya," pungkasnya.

Pembangunan monumen tersebut dibiayai dari dana CSR Bank bjb.