Kota, KORSUM.NET - Kepemimpinan Dr H Dony Ahmad Munir, ST, MM dan H Erwan Setiawan, SE sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang periode 2018-2023 pada tanggal 20 September 2020 genap berusia dua tahun.

Sebagai bentuk refleksi dan evaluasi atas pencapaian kinerja keduanya, Senin (21/9), di Gedung Negara digelar Jumpa Pers "Dua Tahun Sumedang Simpati" yang dihadiri langsung oleh awak media dan diikuti secara virtual oleh Forkopimda dan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang.

Di hadapan awak media, Bupati H Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati H Erwan Setiawan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan bekerja sama dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sumedang.

"Pembangunan tidak akan berhasil tanpa kerjasama semua pihak, terutama dukungan masyarakat di Sumedang. Ke depan mudah-mudahan kerja sama, dukungan, dan pengabdian semakin meningkat lagi," ucapnya.

Bupati berharap seluruh jajaran birokrasi tetap solid bahu membahu dan membulatkan tekad untuk dapat mengakselerasi perwujudan  Visi Misi Sumedang Simpati.

"Selama dua tahun ini, kami telah berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,  membangun Sumedang dan mensejahterakan masyarakat," ungkapnya.

Bupati mengakui selama dua tahun pemerintahannya bersama Wakil Bupati tidak terlepas dari kekurangan dan kelebihan.

"Apa yang telah kami capai tentunya harus kami pertahankan. Apa yang belum kami capai atau kekurangannya harus kami perbaiki," kata Bupati.

Menurut bupati, makna dari peringatan dua tahun pemerintahannya adalah melakukan refleksi atau perenungan kemudian mengevaluasi dan selanjutnya melakukan langkah-langkah perspektif ke depan yang akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat

"Dari refleksi ini pasti ada outputnya, jika kita menilai sebuah objek. Katakanlah sebuah rumah tangga kebaikannya ada 95 persen sedangkan kekurangannya hanya 5 persen. Apakah yang 5 persen ini yang menjadi kesimpulan. Apakah yang 5 persen ini akan menghancurkan yang 95 persen. Inilah cara kita mengambil sebuah kesimpulan. Ada induktif dan ada deduktif. Kami coba ingin deduktif secara keseluruhan yang akhirnya akan ada kesimpulan yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan," tuturnya.

Dikatakan bupati, pihaknya telah mencanangkan target-target yang sangat progresif untuk kemajuan Sumedang sehingga seluruh aparat ada upaya yang keras untuk mencapainya.

"Makna dari penetapan target progresif menurut bupati karena Pemkab ingin mengejar ketertinggalan. Terlebih diera pandemi seperti saat ini, tentunya harus ada lompatan-lompatan dan terobosan-terobosan," ujarnya. 

Meski harus fokus dalam menghadapi Covid-19, lanjut bupati, tetapi target-target yang lain tidak dikesampingkan. 

"Enam bulan kami curahkan tenaga dan pikiran untuk mengatasi Pandemi Covid-19 ini dengan tetap tidak mengurangi kerja kami di bidang yang lain, terutama dalam memenuhi SAKIP yang telah ada target-target kinerja di dalamnya," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Erwan Setiawan mengatakan, dalam refleksi dua tahun ini ia meminta agar lebih meningkatkan lagi kebersamaan antara pimpinan, ASN, dan masyarakat.

"Apalah artinya RPJMD kami, jika tidak ditunjang dengan ASN yang baik. Untuk itu, dukungan ASN dan masyarakat tentu kami nantikan," ucapnya.

Wabup juga memastikan bahwa selama ini tidak ada yang ditutup-tutupi antara pimpinan, ASN, dan masyarakat.

"Kami tidak akan menutup-nutupi kelemahan  kami. Silakan masyarakat untuk menilai. Jika kami ada kekurangan, silakan sampaikan. Selain itu, berikan pula solusi," tegasnya.

Wabup juga meminta kinerja para ASN harus betul-betul ditingkatkan dalam mendukung semua program dan kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Sumedang.

"Kami bertekad di sisa kepemimpinan kami, akan semakin kompak untuk mensukseskan Sumedang Simpati," tukasnya.