Kota, KORSUM.NET
-Dalam upaya mendukung visi Kabupaten Sumedang di bidang pelayanan kesehatan masyarakat, Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sumedang terus berinovasi dengan mengeluarkan beberapa inovasi diantaranya Gempita atau Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan dan Dinas Kesehatan yang Rahayu ( Ramah, Handal, Terpercaya dan Unggul ). 

Kabid SDK Ny. Ekki  Riswandiyah, SKM, bersama para kasinya, ( Yuyus, Dadan serta Hidayat), menyampaikan hal itu kepada wartawan Jumat sore kemarin. 

Pertemuan tersebut tujuan agar inovasi dan pencapaian kinerja, bisa tersampaikan kepada masyarakat luas via media juga  penghubung lainnya. 

Menurut Ny. Ekki, bidang  sumber daya kesehatan memiliki tanggung jawab kinerja, meningkatkan akses dan cakupan mutu layanan bidang sumr daya kesehatan, perijinan praktek tenaga kesehatan, perijinan penelitian bisang kesehatan dll serta inovasi terkait pelayanan di seksi SDMK. 

"Kami berupaya terus untuk meningkatkan dan mempermudah dalam pelayanan kepada masyarakat, termasuk jamkesda dan jampersal , disamping mengejar target menjamin keberlamgsungan program JKN menuju kepesertaan JKN  semesta minimal 95 persen dari seluruh penduduk Kabupateb Sumedang ( UHC) tahun 2020." Jelasnya. 

Pencapaian UHC saat ini menurutnya lagi, baru terserap 79 persen  sehingga pihaknya memiliki waktu dua bulan untuk memenuhi target tersebut. Untuk pencapaian hai ini pun , Ekki mencoba pola atau inovasi " Ngasuh" dengan arti salah seorang atau siapapun yang peduli dan mampu , bisa membayarkan uang bulanan BPJS bagi yang tidak mampu. 

Di masa pandemi ini pun ada pengaruhnya terhadap jamjesda dan jampersal, dimana banyak warga yang di PHK, akhirnya tidak bisa membayar tunggakan. 

Sedangkan pengguna jaminan pembiayaan persalinan ( jampersal ) , pihaknya mencatat 10 besar kecamatan atau PKM , diantaranya, Kotakaler 97 kasus, Cimalaka 60. Jatinunggal 40, Buahdua 32, Ununfjaya 31, Cibugel 31, Wado 23, Jatinangor 23,Tanjungsari 18, Paseh 16 dan rumah sakit 195.

"



Jumlah pasien yang didanai oleh jampersal  sampai tanggal 5 Oktober tahun ini sebanyak 513 pasien, yang twrdiri dari  ibu bersalin, bayi baru lahir dan pemeriksaan, ,pemeriksaan ibu hamil dengan indikasi medis dll. 'Ujarnya lagi.