SUMEDANG-Cara dakwah itu terbagi tiga, satu dakwah bil lisan, dua dakwah bil hal, tiga dakwah bil qolam. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kabupaten Sumedang, Jujun Juhanda, di Aula PCNU Sumedang dalam acara pelatihan kontributor media Ansor, Kamis (8/10/2020).

Dakwah bil lisan maksudnya dakwah dengan menggunakan lisan, dakwah bil hal yaitu dakwah dengan perilaku atau tingkah laku, semesta dakwah bil qolam yaitu dakwah dengan tulisan.

Setiap kita menulis di media, baik itu media cetak, online, atau media sosial, niatkan sedang dakwah bil qolam, ajak Jujun kepada semua peserta pelatihan. Niatkan ingin mendakwah pemahaman-pemahaman Nahdlatul Ulama kepada masyarakat atau umat terkait berbagai hal. Materi dakwah yang ditulis bisa menyangkut Aqidah, syariah, materi akhlak, dan muamalah.

Oleh karena itu, saya berharap kepada semua peserta pelatihan kontributor media ini bisa muncul penulis yang konsisten. Jangan sampai hasil pelatihan ini tidak berbekas atau tidak ada tindak lanjutnya. Peserta pelatihan harus mempunyai akun-akun media sosial dan media online pribadi dan organisasi. Akun-akun media tersebut nantinya bisa dijadikan sarana untuk dakwah bil qolam, tegas Jujun.

Materi dakwah yang ditulis harus yang sesuai dengan pemahaman-pemahaman Nahdlatul Ulama. Jika ada beberapa tulisan dari golongan yang tidak sefaham dengan NU menyebar di masyarakat luas, maka kita harus menulis materi dakwah untuk meluruskannya dengan ajaran ahlusunnah waljamaah ala NU.

Beberapa tahun terakhir ini, NU sering di serang oleh golongan-golongan yang tidak sefaham dengan NU. Mereka menyerang tidak dengan fisik, tapi lewat tulisan. Banyak opini tulisan mereka yang menggiring pembaca supaya menjauhi tradisi ubudiah warga NU. Nah kita harus siap mengkanter  juga harus menyampaikan dakwah yang meluruskan.