KORSUM.NET--Pemerintah Kabupaten Sumedang telah membuat rancangan untuk pembangunan pusat Pemerintahan tingkat Kecamatan yang berada di wilayah perbatasan. Dari enam rencana penataan pusat Pemerintahan Kecamatan, salah satu yang menjadi prioritas yaitu di kawasan Timur Sumedang seperti Kecamatan Ujungjaya.

Dikatakan Teddy, berdasarkan hasil dari review pemaparan DED, pusat pemerintahan di Kecamatan Ujungjaya akan dipindahkan ke tanah milik pemerintah daerah yang berlokasi di Desa Keboncau.

Menurut Teddy pembahasan rencana penataan di Kecamatan Ujungjaya merupakan pembahasan DED sebelumnya yang semula diajukan dengan luasan 24,4 hektar. Namun karena beberapa hal yang harus diselesaikan oleh Dinas Pertanian maka menjadi 2,1 hektar untuk luasan pusat pemerintahan Ujungjaya.

Karenanya sebagaimana arahan pimpinan, juka DED sudah ada harus segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pembangunan. 

"Disini pertimbangan penataan kantor kecamatan Ujungjaya karena letaknya ada di tanah kas desa. Lebih lagi tanah itu sudah diminta oleh Desa untuk dikembalikan," ucap belum lama ini.

Adapun, dalam rapat yang dimaksud lanjut Teddy, telah dihitung bersama Dinas Teknis seperti PUPR dan Perkimtan, baik untuk pelaksanaan cut and field pada sisa tahun 2020.

"Dalam rapat tadi menghasilkan dua alternatif. Pertama kita bangun kantor kecamatan, Koramil dan Polsek. Kemudian alternatif kedua adalah kantor kecamatan dengan fasilitas pendukung lainnya seperti akses jalan masuk dengan lebar 8 meter dan model perkantoran masa kini," ujarnya.

Teddy menambahkan, kantor kecamatan Ujungjaya bisa dikatakan sudah tak layak. Lebih lagi status tanah yang ditempati berada di tanah kas desa.

Sehingga rencananya pembangunan akan dibangun dengan konsep budaya sunda kasumedangan. Mengingat Kecamatan Ujungjaya adalah pintu masuk wilayah timur.

Teddy menambahkan, pembangunan kantor Kecamatan Ujungjaya juga akan dijadikan model untuk Kecamatan perbatasan lain seperti Jatinangor dan Jatinunggal.

"Jadi sekarang kita alihkan pusat pemerintahan Ujungjaya di lokasi baru yang lebih strategis. Ditambah letaknya juga berdekatan dengan bandara yang nantinya banyak wisatawan, jadi kantor Kecamatan harus dibuat menarik/modern tetapi ada konsep budaya sundanya," jelas Teddy.

Senada, Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan menuturkan, Kecamatan Ujungjaya merupakan pintu masuk ke Kabupaten Sumedang dari arah Timur, sekaligus menjadi etalase dan parameter dalam memberikan pelayanan yang representatif kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang kata dia akan memfasilitasi pembangunan pusat pemerintahan baik di desa, kelurahan, maupun kecamatan dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

"Kegiatan fasilitasi ini akan berlanjut setiap tahun di beberapa kecamatan yang menjadi prioritas dan di wilayah perbatasan Sumedang dalam rangka pembenahan, salah satunya di Kecamatan Ujungjaya," tuturnya.

Terkahir, dirinya juga meminta kepada TAPD Kabupaten Sumedang agar mengalokasikan dana sebesar Rp. 2.8 miliar sampai Rp. 3 miliar di Tahun 2021, untuk pembangunan kawasan pemerintahan Kecamatan Ujungjaya seraya menunggu kepastian Banprov. 

"Perlu diketahui, tidak hanya Kecamatan Ujungjaya yang akan dibangun. Akan tetapi masih banyak Kecamatan-kecamatan lain yang harus dibenahi dan pembangunan di Kecamatan Ujungjaya harus secepatnya dilaksanakan. Karena Kecamatan sebagai penyedia layanan administrasi yang berhadapan langsung dengan masyarakat," pungkas Erwan.