KORSUM.NET - Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan  beserta rombongan melakukan kunjungan ke Kementerian Pertanian RI Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Jalan Harsono RM No. 3 Gedung C Lt 6-9 Ragunan Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Maksud dan tujuan kunjungannya tersebut, terkait dengan ekspose usulan permohonan bantuan pengembangan peternakan yakni pengajuan program 5000 ekor sapi bagi masyarakat Jatigede dan program pengembangan agribisnis sapi perah.

Kehadiran Wakil Bupati Sumedang bersama rombongan diterima oleh Plt. Sekretaris Dirjen/Direktur Pakan Ternak drh. Makmun M.Sc. beserta para pejabat dan jajaran staff dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dihadapan Sekretaris Dirjen, Wabup Erwan mengatakan, alasan dirinya memohon bantuan ternak sapi adalah untuk mengurangi beban OTD Jatigede. Dampak pembangunan waduk Jatigede ini, 17 desa di 5 kecamatan terendam dan berakibat pada hilangnya mata pencaharian warga.

"Lokasi terdampak Waduk Jatigede ada di lima kecamatan, yaitu Jatigede, Jatinunggal, Wado, Darmaraja dan Cisitu, jumlah OTD-nya sendiri 11.000 kepala keluarga," tuturnya.

Dikatakannya, pra kondisi atau rencana bantuan sudah disiapkan jauh-jauh hari sekitar satu tahun lalu dari tahun 2019. Rencana ini disiapkan secara tertib administrasi melalui berbagai tahapan mulai dari tahap perencanaan, basis korporasi, sosialisasi dll.

"Tahapannya sudah dilaksanakan dan sebagian sedang berjalan seperti seleksi dan distribusi, monev, pemeliharaan dan pelaporan. Insya Allah, seiring turunnya bantuan dari Kementerian Pertanian RI, tahapan tahapan ini sudah selesai," ujarnya.

Wabup menjelaskan, kawasan sapi perah di Sumedang hanya ada di empat wilayah, yaitu Tanjungsari, Pamulihan, Rancakalong dan Cimanggung. Saat ini usaha peternakan sapi perah yang berjalan baru Koperasi Serba Usaha (KSU) Kandang Sari Kecamatan Tanjungsari. 

"KSU Kandang Sari yang sudah berdiri selama 40 tahun, jumlah anggotanya dua ribu orang dan puluhan peternak. 

kegiatan dan sistem usahanya sudah berjalan baik. Ini cukup profesional karena ada pendampingan dari dokter luar Uganda," terang Wabup.

Meskipun usaha sapi perah cukup menjanjikan, kata Wabup, secara umum peternakan sapi perah di Kabupaten Sumedang masih terkendala beberapa permasalahan, baik dari peternak, pengelolaan koperasi maupun dari pengolahan produk susu.

"Rencana strategis di tahun 2021-2025 kita akan coba meningkatkan bibit sapi, peningkatan kuantitas produksi dan regenerasi anggota peternak, serta penyediaan pabrik produk olahan susu," kata Wabup.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Dirjen drh. Makmun M.Sc.menyampaikan, jumlah produksi susu nasional berada di titik paling kritis untuk peternakan dan kesehatan hewan. Jumlah produksi susu dalam negeri ini, kata Makmun, hanya mampu memenuhi 22 % dari total kebutuhan susu nasional.

"Ini yang ingin kita pacu, karena kalau yang lainnya seperti unggas surplus, telur, kambing, domba juga demikian. yang kurang itu luminansia yang besar, baik dari daging maupun susunya," ungkapnya.

Ia menjelaskan, populasi sapi perah di Indonesia masih belum merata. Saat ini populasi dan produksi sapi perah paling banyak berada di Jawa Timur, Jawa Barat, dan di Jawa Tengah. Sementara itu, di Sumatra Barat dan Sulawesi selatan masih sedikit. 

Kaitan hal itu, pihak Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan berupaya membuat kebijakan diantaranya melalui kemitraan dengan impotir susu dan para peternak untuk pengembangan sapi perah di dalam negeri. 

"Menjadi suatu hal yang bagus dan menarik kalau Sumedang mengambil posisi untuk mengembangkan sapi perah dan ditahun 2021, rencananya kami hanya menyediakan bantuan 500 ekor," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengapresiasi secara positif sinergitas antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang kaitan dengan program pengembangan peternakan dan kesehatan hewan khususnya mengenai budidaya sapi perah di Kabupaten Sumedang.

"Banyak program yang menjadi prioritas di Kabupaten Sumedang. Kami sangat mengapresiasi karena sudah ada pembentukan budidaya sapi perah maupun pengolahannya dari hulu sampai hilir, itu harus kita tingkatkan bersama," ujarnya.

Kaitan dengan usulan ternak sapi perah, pihaknya akan berupaya membantu secara proporsional disesuaikan ketersediaan bantuan. Ia mengharapkan, dengan adanya pengembangan sapi perah,  akan ada regenerasi peternak milenal agar bisa mengakselerasi pembangunan peternakan dan kesehatan hewan.

Turut hadir dalam rombongan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumedang Asep Sumaryana, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan dr. Hilman Taufik, para Kabid di Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Sumedang, Direktur BUMD Kampung Makmur, Tenaga Ahli Koperasi dan Koordinator OTD Jatigede.