KORSUM.NET
-Berawal dari hobi Kusman (50 ) warga Desa Sukatali, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, kini menekuni kerajinan pembuatan miniatur atau replika kapal layar berbagai ukuran mulai ukuran 18 sentimeter, 27 sentimeter, hingga 1,3 meter.

Dalam membuat miniatur kapal layar ini, Kusman biasa memakai bahan limbah kayu bekas. Untuk menjadi miniatur kapal layar yang sudah siap dipasarkan, Kusman, menyebut memerlukan waktu selama satu Minggu untuk ukuran yang 1 meter 30 sentimeter.

Sedangkan untuk ukuran yang kecil atau 18 sentimeter, Kusman bisa dalam 4 hari memproduksi sebanyak lima unit.

"Kalau saya fokus buat yang ukuran besar lama pengerjaan sekitar 5 hari. Kalau ukuran yang kecil lebih cepat," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (15/12/2020).

Hasil karya kerajinannya ini, Kusman sering mengirim ke sejumlah daerah di Sumedang Jawa Barat.

"Yang ukuran besar atau 1 meter 30 sentimeter ini harganya Rp 3 juta. Kalau yang ukuran 27 sentimeter itu Rp 350 ribu dan 18 sentimeter Rp 250 ribu. Sebenarnya harga miniatur kapal layar tergantung pada kedetilan, jenis, dan ukuran," katanya.

Ketika disinggung terkait kendala yang sering kali dihadapi saat membuat miniatur kapal layar, suami dari Tati Misnawati menyebut terletak pada pembuatan pola dan membentuknya.

"Yang mudah itu ketika pola sudah ketemu dan ukuran ketemu. Dan lagi paling enak jika pemesan memberikan gambar keinginannya," ujar bapak dari tiga anak ini.

Tak hanya membuat miniatur kapal layar, Kusman juga mengaku membuat kerajinan kayu lainnya, seperti lampion, pigura, hingga rak meja. Semuanya itu dia menyebut terbuat dari bahan limbah kayu bekas, limbah pipa paralon atau sejenisnya.

Lebih jauh ia berharap mendapatkan suntikan dana dari pemerintah dan bantuan tempat yang representatif untuk menjual dan membuat replika.

"Saya berharap ada bantuan modal untuk membeli peralatan yang modern dan tempat gerai dari pemerintah mudah-mudah kedepannya dapat memberdayakan masyarakat sekitar." Harapnya.