KORSUM.NET
- Ratusan Aksi Massa yang tergabung dalam Forum Silahturahmi Masyarakat Sumedang Peduli Keadilan Ulama dan Umat, menutup Jalan Nasional Bandung -Cirebon tepatnya  Jl. Prabu Gajah Agung Kelurahan Situ Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Kamis (17/12).

Penutup jalan tersebut dilakukan, untuk meminta Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto keluar dari Mapolres dan menjemput massa aksi untuk melakukan Audensi.

Aksi penutupan jalan nasional tersebut berlangsung sekitar 20 menit, dimana akhirnya Kapolres Sumedang, keluar menyambut massa aksi untuk masuk dan beraudensi di Mapolres.

Akibat penutupan jalan tersebut, arus lalu lintas Bandung-Cirebon sempat tersendat dan terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang.

Setelah dijemput langsung oleh Kapolres Sumedang, akhirnya perwakilan dari massa mau masuk ke Mapolres untuk berdiskusi dengan Kapolres serta jajarannya. 

Seperti diketahui Massa aksi  menyampaikan beberapa pernyataan Sikap dan tuntutan yaitu, Menuntut diusutnya secara tuntas dan terbuka eksekutor dan aktor intelektual gugurnya 6 anggota FPI, Segera bentuk tim pencari fakta yang independen dengan melibatkan KOMNAS HAM, LPAI, KOMNAS Perempuan dan komisioner Edhoc dari kalangan Sipil yang profesional, independen dan berintegritas

Kemudian, menuntut aparat penegak hukum dalam hal ini Polda Metro Jaya untuk membebaskan Imam Besar Habib Rizieq Shihab tanpa syarat.

Selain itu, massa juga meminta untuk menyetop kriminalisasi ulama, stop diskriminasi hukum. Kembalikan fungsi Polri untuk melayani dan mengayomi masyarakat.

"Kami mengajak umat Islam untuk meningkatkan iman dan taqwa dengan cara bertaubat, kembali kepada Allah SWT, memperbanyak dzikir dan doa Agar Allah SWT memberikan kemenangan kepada kita dan menghancurkan musuh agama, bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia," kata salah seorang dari peserta aksi yang memimpin aksi tersebut di Mobil Komandonya.

Hingga berita ini diterbitkan Perwakilan Massa aksi masih melakukan Audensi dengan Kapolres Sumedang di Mapolres.