KORSUM.NET
- Capaian Pemkab Sumedang selama Tahun 2020 ditandai dengan berbagai permasalahan dan kendala terutama pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir sesaat setelah  kegiatan Refleksi Program Unggulan Tahun 2020 dan Resolusi Tahun 2021 di Gedung Negara (30/12).

"Pemkab tidak berhenti untuk terus bekerja mencapai target dengan kolaborasi ABCGM. Target-target harus kami capai termasuk SAKIP di setiap SKPD. Meskipun anggaran dipangkas (untuk penanganan Covid-19), tapi kami mencari cara lain bagaiman indikator kinerja utamanya bisa dicapai," ucapnya.

Dijelaskan Bupati Dony, capaian Pemkab Sumedang pada program Sumedang Sejahtera, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan seperti penanganan fakir miskin, Lansia, pelayanan kesehatan sampai ke desa-desa, dan yang lainnya.

"Kami telah membangun Puskemas-Puskesmas di beberapa daerah, selain itu penyaluran Rantang Simpati, layanan PSC, dan rehab Rutilahu terus kami lakukan dengan sistem pentahelix," paparnya.

Selain itu, SAKIP Desa pun lebih mengarah ke bidang pengentasan kemiskinan karena ada tiga indikator dalam SAKIP Desa yakni penurunan angka kemiskinan, penurunan angka stunting dan peningkatan pelayanan publik.

Bupati menambahkan, program Sumedang Agamis  terus dijalankan dengan melalui Magrib Mengaji, Taklim Aparatur, Pesantren Kilat Online seluruh SKPD, dan pembangunan sarana keagamaan.

"Selanjutnya program Sumedang Maju, terdapat 48 ruas jalan yang dipelihara dan ditingkatkan. Meskipun anggaran dipangkas akibat Covid-19, kami arahkan untuk infrastruktur, termasuk dari Dana Insentif Daerah yang merupakan apresiasi dari pemerintah pusat. Ribuan meter irigasi juga sudah dibangun (di tahun ini)," ungkapnya.

Selain itu, lanjut bupati,  pembangunan pariwisata juga terus dijalankan seperti pembangunan Alun-alun, kawasan Jatigede, dan destinasi wisata di tiap desa.

Untuk program Profesional Aparaturnya, Pemkab Sumedang juga telah memiliki MPP yang sampai saat ini terus berjalan. Selain itu, berbagai aplikasi telah di buat dari mulai dari e-Office, Super Aplikasi e-Office dan e-Office Desa serta super e-Office Desa.

"Hal ini bisa lebih mempermudah pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Capainannya SPBE Kabupaten Sumedang nilainya 4. Termasuk tertinggi di Indonesia," ujarnya.

Selanjutnya dijelaskan Bupati,  mengenai Sumedang Kreatif Ekonominya, pihaknya terus mengembangkan One Village One Product, Warung Pintar, penyaluran tenaga kerja ke Jepang, dan yang lainnya. 

"Ini capaian-capaian yang telah kami raih, namun tentunya masih banyak kekurangan. Namun secara keseluruhan target-target kami untuk pengentasan kemiskinan tercapai dan masih di dalam interval," kata Bupati.

Terakhir Bupati mengatakan,  dengan berbagai keterbatasan dan musibah Covid 19, Pemkab Sumedang masih terus bekerja melayani dan mensejahterakan masyarakat Sumedang. 

"Jika sudah ada, saya akan menjadi orang pertama yang akan divaksin Covid-19. Ini sudah menjadi komitmen sebagai pimpinan daerah," ujarnya.

Adapun reaolusi untuk Tahun 2021, Pemkab Sumedang akan terus melanjutkan program pembangunan sebelumnya seperti pembangunan gedunh Creative Center, pembangunan kawasan Jatigede dan yang lainnya.

"Yang harus dicatat tahun depan kita fokus ke 'recovery' ekonomi pasca pandemi. Kita akan buat program kegiatan yg mengarah pada pemulihan ekonomi," katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan pada Kementerian PAN RB, Kamarudin, mengatakan, sesuai dengan kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur maupun Pengawasan, khususnya dalam aspek Manajemen Perubahan maupun Zona Integritas, Pemkab Sumedang sudah melakukan semuanya dengan langkah yang benar.

"Saya pikir ini hal penting dan tentunya jika kita bisa mengawasi lebih baik di resolusi 2021," ujarnya.

Menurutnya, akan terjadi penguatan di area tertentu, khususnya di beberapa sistem pemerintahan berbasis elektronik maupun tingkat penerapan untuk kebijakan yang berbasis bukti. 

"Hal ini ditunjukkan dengan danya kerjasama dengan BPS mengenai penggunaan statistik untuk kebijakan di tingkat desa. Saya rasa itu langkah yang sangat penting. Jika dijalankan dengan baik, maka akan memberikan hasil sebaik-baiknya di masa yg akan datang," pungkasnya.