KORSUM.NET - 
Di akhir Tahun 2020 Sumedang kembali menorehkan prestasi. Kali ini sebagai Kabupaten Terbaik I Kategori Kabupaten dengan Kinerja Terbaik dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Tahun ke-2 Tingkat Jawa Barat.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada pelaksanaaan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-92 Tahun 2020 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (22/12/2020), yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum selaku Inspektur Upacara.

Kabupaten Sumedang juga menjadi Kabupaten Terbaik III dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2020 untuk Wilayah Regional II Tingkat Nasional.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas kinerja Pemda Kabupaten Sumedang dalam penanganan stunting sebagai salah satu isu nasional.

 "Kami diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi terbaik dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Sumedang Tahun 2019 sebesar 7,8 % dari Tahun 2018," ucapnya.

Ia mengungkapkan, penghargaan tersebut  dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Sumedang dan para pemangku kepentingan yang telah bekerja keras bersama-sama  menurunkan angka stunting.

"Apresiasi ini merupakan pemicu bagi kita agar berkerja keras lebih giat lagi untuk menurunkan angka stunting dan gizi buruk sampai di titik terendah," ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa dalam bekerja tidak diniatkan untuk mencari penghargaan, melainkan ikhlas semata-mata sebagai bentuk pengabdian.

"Bekerja dengan giat bekerja dengan ikhlas menjadi kewajiban kita agar menjadi nilai ibadah bagi kita. Mau mendapat penghargaan atau tidak," ujarnya.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi para penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Sumedang untuk mengukir prestasi.

"Mudah mudahan motivasi bagi kita semua dalam melaksanakan pelayanan publik dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Sumedang," harapnya.

Hari Ibu di Masa Pandemi

Sementara itu, Wakil Gubernur H Uu Ruzhanul Ulum dalam amanatnya menyampaikan, peringatan Hari Ibu Tahun 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dalam situasi pandemi COVID-19. Meski begitu, Hari Ibu harus tetap dimaknai secara mendalam. Apalagi, dalam situasi pandemi, sosok ibu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga. 

"Hakikat Hari Ibu setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda tentang arti penggalangan rasa persatuan dan kesatuan, serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia," kata Kang Uu. 

Dikatakan Uu, perempuan, khususnya ibu, merupakan pusat keluarga yang menjadi penggerak ketahanan keluarga. 

"Ibu pun berperan sebagai istri yang mendukung peran suami dalam menghidupi keluarga. Pun terhadap anak, ibu menjadi tempat belajar berbagai hal," ucapnya.

Di masa pandemi, lanjut Uu, ibu menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga menghadapi COVID-19. 

"Tidak sedikit kaum ibu yang berprofesi sebagai perawat dan dokter di rumah sakit rujukan COVID-19 untuk terus berjuang menangani COVID-19 sekaligus menjaga keluarganya," ucapnya.

Sebagaimana tema utama peringatan Hari Ibu Tahun 2020, yakni "Perempuan Berdaya Indonesia Maju", Kang Uu mendorong kaum perempuan, khususnya ibu, untuk tetap berperan dalam pembangunan bangsa dimana saat ini sudah punya porsi atau kesempatan yang hampir sama dengan lelaki. 

"Teruslah maju menjadi sosok yang mandiri bersama laki-laki menjadi kekuatan besar demi mewujudkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas," imbuhnya. 

Ia menambahkan, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar menggagas sejumlah program untuk memberdayakan perempuan salah satunya adalah Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita).

"Sekoper Cinta merupakan inovasi Pemprov Jabar untuk mendorong kemandirian perempuan tanpa meninggalkan kodrat sebagai seorang istri dan ibu. Sekoper Cinta mengajarkan para perempuan untuk mengetahui potensi diri serta meningkatkan keterampilan dengan pembagian kelompok kecil berdasarkan minat masing-masing, mulai dari menjahit, memasak, hingga urusan kecantikan," jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar Poppy Sophia Bakur mengatakan, peringatan Hari Ibu merupakan apresiasi terhadap perjuangan ibu dari masa ke masa.

Menurut Poppy, Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 menandai tonggak perjuangan perempuan Indonesia dalam mengambil peran dalam pembangunan Indonesia.

"Semangat ini diwarisi agar Perempuan Juara Jawa Barat terus berkiprah dan berkontribusi dalam pembangunan," katanya.