KORSUM.NET
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia Muhadjir Efendi melakukan monitoring lokasi bencana longsor di Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kamis (14/1/2021).

Dalam kesempatan tersbut ia didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, dan Staf Ahli Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Ekonomi.

Muhadjir mengatakan bahwa tugasnya sebagai Menko PMK harus melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian, mulai dari perencanaan di meja sampai dengan di lapangan.

"Hari ini saya melakukan cek di lokasi bencana untuk memastikan apakah Pemkab Sumedang dengan kementerian dan lembaga terutama yang di bawah koordinasi Kemenko PMK sudah menangani dengan baik masalah di sini," ujarnya.

Muhadjir berharap penanganan bencana tanah longsor di Kabupaten Sumedang bisa dilakukan secara cepat dan tuntas di samping ada kebijakan strategis yang bisa menjadi solusi persoalan. 

"Tidak hanya kasus yang ada di sini (Kecamatan Cimanggung), tapi kita akan lihat secara menyeluruh, terutama di Kabupaten Sumedang sehingga tidak ada lagi kasus seperti ini," ungkapnya.

Kejadian seperti bencana tanah longsor dikatakan Muhadjir terkadang memang di luar manusia, namun dituntut berusaha dengan keras untuk melakukan pencegahan. 

"Jika kita berusaha dengan keras, pasti kita bisa mengatasinya. Paling tidak kita bisa meminimalisir," ucapnya.

Terkait dengan apa yang ia dapati di lapangan, ia menilai semua sudah berjalan dengan baik.

"Setelah nanti masa tanggap darurat selesai, kami akan masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Terutama yang akan menjadi fokus perhatian kami adalah memulihkan kembali lahan yang rusak akibat longsor melalui penghijauan. Setelah itu dilakukan relokasi penduduk," tegasnya.

Muhadjir menambahkan, sesuai dengan laporan Pemkab Sumedang, lahan untuk relokasi sudah disiapkan. 

"Untuk pembangunanya nanti akan menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama rehab rekon akan berjalan dengan baik," ujarnya.

Terakhir Muhadjir meminta agar Pemkab Sumedang segera membentuk tim untuk melakukan evaluasi menyeluruh kondisi yang ada di Kabupaten Sumedang, terutama yang berkaitan dengan geospasial.

"Saya kira harus segera dilihat peta geospasialnya, dimana saja yang kira-kira menjadi peluang untuk menjadi ancaman seperti sekarang ini," ujarnya.

Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan berharap kunjungan Kemenko beserta jajaran bisa menjadi penyemangat untuk semua tim penanganan bencana agar lebih bersemangat.

"Semoga ini menjadi motivasi untuk kami warga Sumedang sesegera mungkin mengubah pola yang tadinya melanggar zona hijau. Mudah- mudahan ke depan bisa kita tertibkan,"

Wabup juga berharap dalam waktu singkat tim penanganan bencana dapat menyelesaikan tugasnya dengan didukung oleh kondisi cuaca.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman dalam paparannya mengatakan, data korban jiwa sampai dengan hari ke lima pasca bencana yaitu 21 orang, dalam pencarian 19 orang, luka berat 3 orang, luka ringan 22 orang, dan terdampak bencana 1020 jiwa atau 267 kepala keluarga.

"Sedangkan warga yang menempati Posko pengungsian berada di Lapang Burung (milik perumahan SBG) sebanyak 92 orang, SD Fatimah Az-Zahra 32 orang (akan di alihkan ke SD Cipareuag), SD Cipareuag 143 orang. Jadi totalnya 267 orang," paparnya.

Sekda menambahkan, untuk penanganan tanggap darurat  telah didirikan Posko tanggap darurat untuk mengevakuasi dan menampung pengungsi.

"Penetapan status tanggap darurat ditetapkan dalam SK Bupati Nomor 21 tahun 2021 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah longsor di Kecamatan Cimanggung dan Kecamatan Jatinangor terhitung mulai tanggal 9 Januari 2021 hingga 29 Januari 2021," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan dari Kemenko PMK, Kementerian Sosial, Kemendikbud, Kemenkes/Dinkes Provinsi, YPM PLN.

Diberikan pula bantuan secara simbolis bagi 3 orang ahli waris masing-masing senilai Rp. 15 juta.