KORSUM.NET - Kabar Duka menyelimuti Kabupaten Sumedang pasalnya Warga Dusun Bojongkondang RT 03 RW 10 Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung mengalami musibah Tanah Longsor pada Sabtu (09/01/2021) Jam 15.00 WIB dan lonsor susulan pada 19.45 WIB. 

Material longsor dari tebing setinggi 20 meter menimpa 14 rumah penduduk sehingga rusak berat dengan panjang longsoran 40 meter akibat curah hujan dengan intensitas tinggi. 

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil, Kapolda Jawa Barat Irjen Ahmad Dofiri, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan, dan Forkopimda Kabupaten Sumedang langsung meninjau lokasi longsor, Minggu (10/01/2020).

Bupati H Dony Ahmad Munir seusai meninjau lokasi menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban, terutama yang meninggal dunia, termasuk jajaran aparat yang meninggal dunia saat bertugas.

"Mudah-mudahan para korban diterima Iman Islamnya. Saya yakin mereka syahid salah satu yang meninggal syahid yang tertimbun longsor. Apalagi mereka sedang melaksanakan tugas evakuasi di lapangan. Mudah-mudahan keluarga korban diberikan ketabahan" ucapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Kementerian Sosial, relawan, dan unsur lainnya yang telah bekerja keras, bekerja cepat.

"Evakuasi korban malam hampir sampai pukul 01.55 WIB. Hari ini dilanjutkan kembali mulai pukul 09.00 WIB oleh seluruh pihak. Kemungkinan masih banyak yang tertimbun. Mudah-mudahan bisa secepatnya ditemukan korban lainya," ucapnya.

Ia menambahkan, para petugas semua bekerja sesuai dengan SOP bencana agar tidak ada lagi korban akibat bencana susulan

"Dalam mengevakuasi korban yang tertimbun longsor, para petugas menjaga dan mengantisipasi apabila ada longsor susulan. Jadi memberikan jarak aman. Masyarakat tidak boleh mendekat agar tidak kena lagi ke masyarakat jika ada susulan," ujarnya.

Ia menerangkan, masyarakat yang selamat dari terdampak longsor yang selamat dievakuasi dan disiapkan Posko, dapur umum, dan dipastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi. 

"Kita siapkan Posko di SMAN Cimanggung. Mudah-mudahan secepatnya kita lakukan upaya-upaya untuk pencarian korban bencana ini," terangnya.

Ia berharap agar warga masyarakat lebih waspada lagi dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi bencana.

 "Tetap hati-hati. Musim ini banyak banjir dan tanah longsor, terutama di tempat-tempat yang rawan. Kami Pemerintah Daerah akan terus siap siaga mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Mohon doanya saja mudah-mudahan musibah bisa segera teratasi dan Allah segera mengganti bencana ini dengan hikmah yang sangat baik bagi masyarakat Sumedang," harapnya.

Ia juga mengungkapkan akan melakukan evakuasi kepada warga yang ada di sekitar longsoran. 

"Akan kita evakuasi. Secara teknis ada tim yang melakukan kajian. Untuk sementara akan ditampung di tempat penampungan. Korban yang meninggal ada santunan dari Pemerintah Daerah dan pihak lainnya," ungkapnya.

Bupati juga akan mengevaluasi perizinan perumahan di lereng-lereng bukit seperti di lokasi bencana tersebut. 

"Selain karena curah hujan yang sangat tinggi, kondisi tanahnya labil. Tentunya ini menjadi evaluasi ke depannya, terutama kebijakan perizinan perumahan. Saya akan mengkaji izinnya," ungkapnya.

Yang jelas, lanjutnya, secara sepintas juga tidak layak diperuntukkan pemukiman. "Saya sudah memanggil DPMPTSP beberapa bulan ke belakang agar menstop izin-izin tempat dengan tingkat risiko terjadi bencana tinggi dan kegiatan-kegiatan perumahan yang akan menimbulkan dampak bencana," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa dari hasil laporan sementara yang ia terima. Lokasi longsor memang berada dalam kemiringan yang cukup curam. 

"Pada longsor yang pertama diperkirakan 8 orang yang tertimbun. Korban pada longsor kedua mayoritas tim evakuasi, termasuk Pak Danramil. Jadi korban longsor total 11 orang dan sekitar 19 orang yang luka luka," ucapnya. 

Ia menambahkan akan kemungkinan masih ada korban yang lain. "Kita sedang hitung. Mungkin lebih dari 19 orang. Saya tidak bisa memperkirakan berapa jumlahnya. Kira-kira di atas 20 orang, tapi belum bisa konfirmasi," ujarnya. 

Ia menerangkan, sesuai dengan SOP, Basarnas dan BPBD baik lokal maupun provinsi sudah bergerak. 

"Saya minta media menyesuaikan. Jangan berada di lokasi yang sangat rawan. Ada laporan retakan tanah masih terjadi. Sesuai protokol, Basarnas sudah mengevakuasi dari radius yang rawan ini ke arah yang aman. Ada dua lokasi satu di rumah keluarga yang selamat, satu lagi di SMA Cimanggung," terangnya. 

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, Pemerintah Pusat melalui BNPB menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi. 

"Musibah ini menimbulkan kerugian termasuk (kehilangan) para petugas yang bertugas yakni Komandan Koramil, Kepala Seksi Trantib, Kepala Seksi BPBD Kabupaten Sumedang dan tentunya warga yang terdampak langsung berada di lokasi," ucapnya. 

Ia mengungkapkan, Pemerintah Pusat akan memberikan dukungan bersama-sama pemerintah Provinsi Jawa Barat agar bisa meringankan beban masyarakat. 

"Langkah pertama yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Sumedang melakukan evakuasi terhadap 150 orang warga yang berada di kawasan dan telah ditempatkan di tempat pengungsian sementara. Yang wafat telah diurus dengan baik. Kita doakan yang wafat mendapat yang terbaik di sisi Allah SWT," ungkapnya. 

Ia menambahakan, untuk langkah jangka pendek agar ada kesadaran masyarakat diwilayah lokasi bencana untuk bersedia direlokasi. 

"Jangan dulu menempati kawasan ini sampai akhirnya nanti Pemerintah Pusat dan Provinsi mengeluarkan hasil kajian dan pendataan mana rumah yang masih boleh ditempati. Bagi yang sudah diputuskan bahwa kawasan itu zona merah, masyarakat harus ikhlas melepaskan rumah dan tanahnya untuk direlokasi di tempat yang baru," tegasnya. 

Ia mengungkapkan, Bupati Sumedang akan menyiapkan lahan desa untuk relokasi bagi masyarakat yang rumahnya nanti tidak boleh lagi ditempati. 

"Sebagaimana ketentuan yang ada. Bapak Presiden Jokowi telah memberikan dana stimulan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Rumah rusak berat sebesar Rp. 50 juta. Adapun rusak sedang Rp. 25 juta dan rusak ringan Rp. 10 juta," ungkapnya. 

Ia berharap agar rumah yang rusak berat bisa sesegara mungkin dibangun bersama Pemerintah Provinsi didukung oleh TNI, Polri. 

"Jadi kalau usulan ini sudah bisa dilanjutkan, maka kami BNPB didukung oleh kementerian yang lain seperti PUPR, dan Sosial akan segera melakukan langkah-langkah untuk meringankan bebas masyarakat," harapnya. 

Dalam kesempatan tersebut diberikan bantuan dana siap pakai dari BNPB sebesar Rp. 1 Milyar dan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 150 juta.