KORSUM.NET
- Kabupaten Sumedang akan melaksanakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mulai tanggal 11 sampai dengan 25 Januari 2021.

Hal itu disampaikan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir pada saat memimpin Rapat Tindak Lanjut Kebijakan PSBB Jawa-Bali oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) di Pendopo Setda IPP Kabupaten Sumedang, Kamis (7/1/2021).

"Hal yang mendasari PPKM di Kabupaten Sumedang adalah Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19," ujarnya.

Dijelaskan, dalam Instruksi Mendagri diatur mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan virus Covid- 19 di  wilayah Jawa Bali tanggal 11-25 Januari 2021.

"Karena Kabupaten Sumedang merupakan bagian dari Bandung Raya, maka Kabupaten Sumedang termasuk yang akan melaksanakan PPKM," tuturnya.

Bupati menyebutkan, adanya kebijakan dari pusat tersebut berkaitan dengan lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Jawa Bali.

"Di Kabupaten Sumedang sendiri jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 sampai tanggal 6 Januari 2021 sebanyak 97 orang dengan jumlah yang meninggal 45 orang," tuturnya.

Ditambahkan Bupati menindaklanjuti kebijakan pusat yang menyatakan daerah Jawa Bali harus melaksanakan PPKM termasuk Jawa Barat.

Bupati juga menyebutkan, ada empat kriteria bagi daerah yang harus melakukan PSBB.

"Yang pertama adalah tingkat kematian diatas rata-rata tingkat kematian Nasional (3,0%), kedua yaitu tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional (82,8%),

ketiga meningkatnya kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional (14,3%)

dan keempat meningkatnya keterisian RS atau Bed Occupancy Rate (BOR) untuk ICU dan Isolasi diatas 70 %," ungkapnya.

Sehubungan dengan jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang yang terus bertambah, Bupati berharap Satgas Penanganan Covid-19 Daerah bisa meningkatkan penegakan hukum yang masif agar masyarakat lebih disiplin.

"Penindakan terhadap pelanggaran Prokes diharapkan lebih masif, sosialisasi lebih masif, serta membuat tempat isolasi khusus di tiap kecamatan yang diawasi oleh tenaga ahli," ucapnya.

Adapun mengenai vaksinisasi, lanjut Bupati, rencananya akan diberikan pada tanggal 22 Januari 2021 di Sumedang.

"Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan vaksin. Selanjutnya ditetapkan kriteria penerima vaksin berdasarkan kajian epidemiologis dan kebijakan operasional," imbuhnya.

Wabup H Erwan Setiawan yang turut hadir menambahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang akan menyiapkan tempat isolasi khusus pasien Covid-19 sebagai antisipasi penuhnya Rumah Sakit. 

"Terkait dengan tempat isolasi, rencanyanya dipusatkan di Yonif 30 di Cimalaka sehingga  diharapkan dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang, terutama klaster keluarga," katanya.