KORSUM.NET
-  Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kabupaten Sumedang Imam Sapto beserta jajaran melakukan silaturahmi dengan Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir di Gedung Negara, Rabu (10/2).

Dalam silaturahminya Imam melaporkan, warga binaan yang ada di Lapas Sumedang saat ini sebanyak 180 orang dengan berbagai macam jenis kejahatan yang telah dilakukan pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Sumedang sendiri terdiri dari dua jenis kegiatan yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian.  

"Pembinaan kepribadian di dalamnya terdapat kegiatan keagamaan. Sedangkan pembinaan kemandirian meliputi pelatihan kerja, pelatihan keterampilan seperti pembuatan sandal, resin model tahu, perikanan dan peternakan.

Khusus untuk pembinaan keagamaan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Yayasan Miftahul Huda untuk melaksanaan pesantren kilat bagi para napi di dalam Lapas. 

"Nanti materinya terkait baca tulis Al Quran, pendidikan salat dan yang lainnya," paparnya.

Imam juga berharap warga binaan Lapas Sumedang bisa berkontribusi positif terhadap pembangunan di Kabuapten Sumedang.

"Kami berharap nantinya warga binaan yang telah bebas bisa menjadi manusia yang mandiri, berguna bagi nusa, bangsa dan agama," harapnya.

Dijelaskan Imam, Visi Misi Lapas Sumedang sendiri adalah "TAHU", kepanjangan dari Tertib, Agamis, Humanis, dan Unggul.

"Tertib berarti warga binaan lapas sumedang sudah bebas dari Halinar (bebas handphone, pegawainya bebas pungli, dan Narkoba). Untuk Agamis, kami ingin semua penghuni Lapas Sumedang menjadi insan yang agamis. Humanis berarti kami mampu bersinergi dengan instansi lain. Sedangkan Unggul, berarti Lapas Sumedang ingin meraih WBK dan WBBM," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir sangat mengapresiasi apa yang telah dan akan dilakukan oleh Lapas Sumedang.

"Dengan berbagai macam pembinaan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lapas, saya berharap bisa menghasilakn output yang lebih baik sehingga Lapas Sumedang mempunyai pembeda dengan Lapas di daerah lainnya," ucap Bupati.

Terkait dengan pelatihan tenaga kerja dan keterampilan, Bupati mengatakan Lapas Sumedang bisa bekerja sama dengan instansi-intansi pemerintah contohnya Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang.

"Warga binaan setelah keluar dari Lapas mereka akan mempunyai kemampuan. Agar lebih komprehensif pencapaiannya, nanti kita bisa libatkan BLK," paparnya.

Terakhir Bupati mengatakan, dengan berbagai pembinaan yang dilaksanakan oleh Lapas Sumedang, diharapkan Lapas Sumedang bisa menjadi Lapas percontohan untuk Lapas lainnya.

"Berbeda dengan Lapas lainnya, Lapas Sumedang  diharapkan bisa menjadi contoh. Para warga binaan nantinya akan menjadi manusia yang mandiri dan berguna," pungkasnya.