KORSUM.NET - Sekelompok warga yang mengatasnama keluarga besar keturunan leluhur kerajaan Sumedanglarang yakni Yayasan Pangeran Sumedang (YPS), Majelis Tinggi Kerajaan Sumedanglarang (MTKS) dan Rukun Wargi Sumedang (RWS)

Lakukan aksi penolakan terhadap rencana pembuatan Cafe/Resto serta bentuk komersialisasi lainnya didalam bangunan maupun di areal Museum Prabu Geusan Ulun dengan melibatkan pihak ketiga  (The Lodge) yang akan dilakukan Yayasan Nazhir Wakap Pangeran Sumedang (YNWPS).

"Perbuatan itu penyimpang dari amanah leluhur Pangeran Sumedang dan UU Cagar Budaya yang terdaftar atasnama Yayasan Pangeran Sumedang (YPS), "demikian kata Wakil Ketua Yayasan Pangeran Sumedang Alli Jatikusumah di GN, Selasa (23/2-2021).

Alasan penolakan ini lanjut dia,  peruntukan aset wakap  posisinya ada di YPS yang didirikan tahun 1955 setelah terjadinya perdamaian dan pembubaran YAPASA.

Sehingga tidak benar adanya rencana kerjasama antara YNWPS dengan The Lodge, karena yang seharusnya ke YPS selaku Nazhir yang sah pengelola aset dan Wakap Pangeran Sumedang. 

Menurutnya, dengan adanya Cafe di Museum sudah menyimpang dari amanah leluhur jika dilihat dari gelar Wakap Pangeran Aria Soeria Atmadja (PASA). Termasuk putusan pengadilan 55 dimana dilikuidasinya YAPASA dan diserahkanya pengelolaan aset dan wakap ke YPS.

"Sehingga jika ada pihak yang membenturkan dari hasil putusan Pengadilan tersebut, berarti berbenturan dengan keputusan negara, "tandasnya.

Sebelum adanya penolakan ini lanjutnya,  sudah dilakukan pengajuan secara tertulis agar gelar musyawarah.  Namun sampai persoalan ini terjadi tidak ada respon, khususnya dari pimpinan daerah  untuk menyikapi hal ini.

"Rencana adanya Cafe di museum ini, kami keluarga besar leluhur Pangeran Sumedang tidak tahu maksud dan tujuan. Bahkan tidak tahu DED dan rencananya mau seperti apa, "ujar dia.

Yang pasti bahwa museum ini ada unsur bisnis dengan konsep melibatkan pihak ketiga (The Lodge), maka jelas melanggar cagar budaya. Berbeda dengan konsep program bantuan pemerintah, jelas untuk membagun cagar budaya.

Meskipun alasannya bahwa Cafe itu akan dibangun dengan tidak merubah atau merusak tatanan museum yang ada. Namun YPS-lah yang harus menyikapinya semua konsep tersebut.

"Kita tetap akan mempertahankan amanah leluhur. Namun jika ada pihak yang ingin memaksakan diri, maka kami selaku keluarga besar keturunan Pangeran Sumedang, akan menggelar musyawarah yang mungkin ke tingkat Pengadilan, "tuturnya.