KORSUM.NET - Dalam rangka mendukung Visi Sumedang Simpati serta Percepatan Pemulihan Ekonomi Daerah (PED), DPD Asprumnas Kabupaten Sumedang membuat Program 10.000 Rumah untuk Sumedang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Asprumnas Kabupaten Sumedang Riki Fazri Sujana saat beraudiensi dengan Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir terkait usulan kerja sama antara Asprumnas dengan Pemda dalam pengadaan rumah bersubsidi di Gedung Negara, Selasa sore (16/02/2021).

"Kami menyediakan sepuluh ribu rumah bersubsidi bagi warga Sumedang yang belum mempunyai rumah. Diantaranya untuk ASN, tenaga honorer, tenaga medis, pelaku UMKM, dan lainnya," ucap Rizki Fazri Sujana saat pemaparan di hadapan Bupati Dony. 

Dikatakan, kesepuluh ribu rumah tersebut disediakan oleh para developer (pengembang) anggota Asprumnas di beberapa lokasi di wilayah Sumedang.

"Dari wilayah Barat ada, juga di Timur dan wilayah kota. Kami akan melakukan proses pra kualifikasi terhadap anggota Asprumnas. Kalau memang kita rumahnya sudah layak dipakai masyarakat, baru kita rilis," ucapnya

Bupati Selesai Audensi dalam kesempatannya menyambut baik usulan yang disampaikan Asprumnas karena tujuan bernegara adalah mensejahterakan masyarakatnya, termasuk memenuhi kebutuhan tempat tinggalnya. 

"Masyarakat sejahtera dilihat dari terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan" ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah pusat sendiri telah mengeluarkan kebijakan Program 1 Juta Rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah di Indonesia. 

"Ada beberapa program untuk pembiyaan, diantaranya ada FLPP, bunganya yang sangat murah hanya 5% cicilan rumah atau sekitar Rp. 900 ribu. Ada juga pembiyaaan lainnya," tukasnya.

Ia berharap masyarakat Kabupaten Sumedang bisa memanfaatkan program-program yang meringankan untuk kepemilikan rumah.

"Akan ditindak lanjuti nanti oleh Dinas Perkimtan. Bagian Kerja Sama dan Bagian Hukum akan mengkaji pola kerja sama seperti apa sehingga program ini tersosialisasikan terhadap masyarakat dan minat mempunyai rumah semakin tinggi," harapnya.

Ia juga mengapresiasi, Asprumnas Kabupaten Sumedang yang banyak berkontribusi melalui terobosan dan inovasinya.

"Ketika ada pembebasan jalan tol, Asprumnas proaktif untuk langsung melakukan kerja sama untuk relokasi warga yang terkena jalan tol dengan segera menyediakan rumah pengganti," ucapnya.

Berkaitan dengan relokasi warga yang terkena musibah tanah longsor di Cimanggung, Bupati mengatakan pihaknya sedang mengkaji tiga tempat calon lokasi. 

"Pertama tetap di tanah perumahan yang disediakan Perum SBG, lahannya masih diteliti dari Geologi dan para pakar. Untuk warga Perum Pondok Daud disediakan tanah di sekitar Cikahuripan. Itu juga sedang diteliti, bisa atau tidak," terangnya

Ia menambahkan, bagi warga Bojong Kondang yang tinggal dekat masjid namun bukan warga perumahan rencananya akan diarahkan ke belakang Kantor Kecamatan Cimanggung. 

"Ada tanah Pemda disana dekat lapangan bola," ucapnya. 

Dikatakan, Ditjen Perumahan PUPR  juga sedang menyiapkan pembiayaannya, tinggal tanahnya harus milik pemda.

"Kalau itu sudah clear, langsung dibangunkan untuk 135 rumah. Walaupun data masih dinamis, sedang dimatangkan," paparnya

Ia juga mengungkapkan, dasar skema di Perum El Hago Haurngombong Pamulihan karena Fasos dan Fasumnya sudah tersedia.

"Sudah tidak harus membuat lagi (Fasum dan Fasos). Kendalanya adalah tanahnya harus milik Pemda. Bisa juga beli tanah di sana, kita cari uang lainya ke pusat. Nanti dibangunkan Dirjen Perumahan. Rumahnya Tipe 36. namanya "Risa" (Rumah Instan Sehat Sederhana)" ungkapnya.