KORSUM.NET - Sejak pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada awal Maret 2019 lalu hingga saat ini, Dinas Kesehatan mengklaim bahwa limbah medis bekas pakai pasien di Kabupaten Sumedang sudah ditangani secara tepat.

Dalam penanganannya pihak Dinas Kesehatan melibatkan pihak ketiga dalam mengurusi limbah medis. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sumedang Dadang Sulaeman melalui kepala bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Nia Sukaeni menyatakan bahwa pengelolaan limbah medis  dari beberapa puskesmas dan rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya yang menangani pasien COVID-19 di wilayah tersebut sudah sesuai prosedur sehingga aman bagi lingkungan.

"Limbah medis yang ada di faskes dikumpulkan kemudian ditarik oleh pihak ketiga (transporter) berijin yang telah melakukan MOU dengan Faskes/Puskesmas untuk selanjutnya oleh transporter di bawa ke pihak pemusnah limbah medis yang yang berijin." kata Kabid Kesmas di ruang kerjanya, Senin (1/2/2020).

Dikatakan penyimpanan limbah medis puskesmas sebelum ditarik oleh transporter, untuk beberapa puskesmas disimpan di bangunan penyimpanan limbah medis padat yang telah dibangun oleh Dinas Kesehatan pada tahun 2020 lalu.

"Sampai dengan tahun 2020, telah terbangun juga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebanyak 19 IPAL Puskesmas. Limbah B3 medis padat adalah barang atau bahan sisa hasil kegiatan yang tidak digunakan kembali yang berpotensi terkontaminasi oleh zat yang bersifat infeksius atau kontak dengan pasien dan atau petugas di faskes yang menangani pasien COVID-19”. Jelasnya.

Menurutnya, barang itu meliputi masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan,  alat suntik bekas, set infus bekas, alat pelindung diri bekas, sisa makanan pasien dan lain-lain, berasal dari kegiatan pelayanan di UGD.