KORSUM.NET
- Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Sumedang bahu-membahu membantu orang terdampak akibat bencana banjir di Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu akibat curah hujan yang cukup tinggi.

Pada hari Minggu tepatnya tanggal 21 Februari 2020, pukul 8.30, NU care Lazisnu Sumedang bersinergi dengan LPBI NU Sumedang menyalurkan bantuan kemanusiaan bencana di Kabupaten Sumedang.

Seluruhnya 12 orang, sesuai arahan dari PCNU Sumedang untuk penyaluran bantuan kemanusiaan, yaitu di Kecamatan Ujungjaya yang terkena  bencana banjir beberapa hari kebelakang.

"Seluruhnya  ada 3 mobil. Satu mobil bantuan logistik sembako, dua mobil tim NU care Lazisnu Sumedang dan LPBI NU Sumedang dan satu motor untuk dokumentasi." Jelas Dede Sukmana Ketua Lazisnu Sumedang didampingi Ketua LPBI NU Hendri Rohman Senin (22/2/2021).

Dikatakannya, ia beserta rombongan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 10 orang warga perwakilan orang yang terdampak banjir di Ujungjaya.

"Di kecamatan Ujungjaya kami di terima langsung oleh ketua MWC NU Ujungjaya dan pengurus yang lainnya berserta masyarakat sekitar yang siap menerima bantuan kemanusiaan". Ucapnya.

Dikatakan Dede, Perawakilan masyarakat yang terdampak sekitar 10 orang. Sebagiannya lagi dititipkan kepada ketua MWC NU Kecamatan Ujungjaya.

Ia mengatakan di fokuskan di Madrasah Almustaqim, milik Ustadz Aef Saefulloh, Untuk di salurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir. 

"Bantuan logistik berupa beras 5 Kg, Mei instan, vitamin , minyak goreng, masker, sejadah dan mukena untuk yang terdampak banjir". Ucapnya.

LPBI NU juga memberikan bantuan berupa disinfektan, kitab-kitab, Al-Qur'an dan pakaian layak pakai serta makanan.  
 
"Setelah dari Ujungjaya kami kemudian menyalurkan bantuan ke daerah Indramayu. Tepatnya desa Sukagumiwang, yang terkena dampak banjir beberapa hari lalu." Tuturnya

Sementara Ketua LPBI NU Hendri Rohman mengatakan bantuan bencana tersebut juga untuk lintas wilayah.

"Bantuan kemanusiaan tidak melihat batas wilayah, ketika kita mampu dan ada waktu tidak ada salahnya kita membantu korban yang ada di luar wilayah baik materi, tenaga atau pikiran". Terangnya.