KORSUM.NET - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Tahun 2021 resmi dibuka Bupati Sumedang Dr. H Dony Ahmad Munir ST, MM di halaman SDN Sukamukti Desa Kertamukti Kecamatan Tanjungmedar dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat, Selasa (02/03/2021).

Tampak hadir dalam pembukaan TMMD ke-110, Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan, SE, Kasgartap II Bandung-Cimahi Marsekal Pertama TNI Embu Agapitus, Danrem 062/ Tarumanagara Kolonel Inf. Muhamad Muchidin beserta jajaran, para pejabat Kodam III/Siliwangi, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, Forkopimcam Tanjungmedar, para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang, para perangkat Desa Kertamukti dan warga masyarakat setempat.

Pembukaan TMMD ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima pekerjaan dari Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir kepada Dandim 0610/ Sumedang Letkol (Inf) Zaenal Mustofa.

Dandim 0610/Sumedang Letkol (Inf) Zaenal Mustofa dalam laporannya mengatakan, TMMD dilaksanakan di Desa Kertamukti Kecamatan Tanjungmedar dimulai hari Selasa 2 Maret 2021 sampai dengan Rabu, 31 Maret 2021. 

"TMMD melibatkan personil 1 SSK TNI Gabungan sejumlah 150 orang, meliputi  SSK TNI 110 orang, ditambah dinas, instansi, badan dan lembaga Kabupaten Sumedang dan Masyarakat Desa Kertamukti," katanya.

Ia menerangkan, obyek utama sasaran fisik berupa pekerjaan jalan sistem cor dengan panjang 1.193 meter, lebar 2.5 meter dan tebal 15 centimeter.

"Sasaran fisik lainnya berupa pengerjaan gorong-gorong panjang 4 meter sejumlah 2 unit, pengerjaan bronjong panjang 10 meter tinggi 1,5 meter dan bronjong 10 meter, tinggi 4 meter sejumlah 5 trap. Sasaran tambahan berupa rehab Masjid Nurul Iman panjang 9 meter lebar 6 meter, rehab MCK panjang 3 meter lebar 2 meter dan rehab rumah tidak layak huni sebanyak 3 unit," terangnya.

Ia menambahkan, sasaran non fisik dilaksanakan penyuluhan atau ceramah oleh dinas, instansi, badan atau lembaga Pemerintah Kabupaten Sumedang.

"Materinya meliputi kesejahteraan rakyat, kesadaran bela negara dan keamanan ketertiban masyarakat," ucapnya

Ia menerangkan, pada hari "H" dilaksanakan pembagian Sembako bagi warga masyarakat, pelayanan KB dan Kesehatan gratis, pemberian bibit pohon dan pelayanan SIM dan SAMSAT Keliling. 

"Pelaksanaan pra TMMD dari tanggal 3 sampai 28 Februari 2021. Personil yang terlibat terdiri dari unsur TNI, Pemerintah Daerah dan warga masyarakat," terangnya.

Ia mengungkapkan, hasil pengerjaan jalan sistem cor beton telah mencapai 62 persen, pembuatan gorong-gorong 2 unit  sudah 50 persen,  dan pengerjaan bronjong sudah mencapai 100 persen. 

"Penutupan akan dilaksanakan tanggal 31 Maret 2021, tempat Desa Kertamukti Kecamatan Tanjungmedar," ungkapnya.

Sementara itu, Danrem 062/ Tarumanagara Kolonel Inf. Muhamad Muchidin dalam kesempatannya mengatakan, hasil dari TMMD bisa dirasakan oleh masyarakat dan menunjang pembangunan di Kabupaten Sumedang. 

"Kita lihat dari kondisi awal poros jalan yang menghubungkan dua desa dari jalan tanah. Ke depannya mudah-mudahan kendaraan roda empat bisa lewat mengangkut hasil bumi dan dipasarkan ke kabupaten yang lain," katanya 

Ia juga mengimbau agar dalam pelaksanaan kegiatan TMMD tetap menjaga Protokol Kesehatan.

 "Jangan sampai dengan kegiatan ini malah menambah klaster baru," ucapnya. 

Melalui kegiatan kerja bakti gotong royong TMMD tersebut, lanjutnya, bisa mencapai dua hasil yakni dari ekonomi dan kesehatan.

"Kita yakin insyaallah, selain menggerakkan roda ekonomi TMMD juga mempermudah masyarakat untuk mencapai sarana kesehatan di ibu kota Kabupaten," katanya.

Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir mengatakan, kegiatan TMMD tentunya memberikan manfaat yang luar biasa baik untuk kemajuan Kabupaten Sumedang maupun kesejahteraan masyarakat. 

"TMMD ini terbagi dalam berbagai bagian. Ada yang perbaikan jalan, bronjong, sarana keagamaan, Rutilahu, pertanian dan penyuluhan. Jadi lintas sektor bersatu untuk membangun Desa Kertamukti Kecamatan Tanjungmedar ini," katanya.

Lebih dari itu, sambung Bupati, tentunya TMMD bisa meningkatan partisipasi warga sekaligus meningkatkan pelestarian nilai-nilai kegotongroyongan. 

"Tenaga pekerja yang sukarela tidak dibayar adalah bagian partisiasi masyarakat dan kegotongroyongan. Tentunya nilai-nilai ini harus kita pelihara dan kita jaga," ucapnya.

Ia menerangkan, TMMD yang membangun ruas jalan sekitar 1 Kilometer akan memperlancar, mempermudah akses barang dan orang.

"Kalau jalan mantap, insyaallah ekonomi lancar. Begitu juga kesehatan dan pendidikan. Dalam kegiatan ini ada juga penanaman pohon dan bantuan lainnya yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," terangnya.

Ia menyimpulkan, TMMD memberi solusi yang aplikatif kepada masyarakat desa terhadap permasalahan yang dihadapi. 

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung terus dilaksanakannya kegiatan TMMD ini karena berdaya guna dan berhasil guna," tuturnya.